Pemerintah Fokus Angkat Guru Honorer Senior Jadi ASN, Non-ASN Baru Wajib Bersabar!
Saat ini Pemerintah telah memprioritaskan pengangkatan ASN bagi guru honorer senior. Kabar tersebut beredar usai informasi yang telah beredar di berbagai media sosial. Terntu saja isu tersebut menjadi perhatian tenaga pendidik yang ada di berbagai daerah.
Guru honorer senior menganggap kebijakan ini sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka selama ini dengan penghasilan yang tidak sseberapa. Bahkan banyak guru honorer yang selama ini masih tetap bertahan walaupun belum ada kejelasan status.
Dalam informasi yang beredar, ada beberapa kriteria guru honorer senior yang akan diangkat menjadi ASN pada tahun ini, antara lain telah mengabdi selama bertahun-tahun dan memiliki loyalitas serta dedikasi yang tinggi.
Sedangkan bagi non-ASN baru, belum masuk prioritas mengingat data di Dapodik baru 2 tahun. Dengan kata lain, non-ASN baru harus menunggu antrian terlebih dahulu.
Adanya kebijakan ini, tentu saja menuai pro kontra. Sebagian pihak menilai kebijakan terebut menghargai guru honorer senior yang sudah lama mengabdi dan dianggap lebih manusiawi. Terlebih, tidak sedikit guru senior yang sudah puluhan tahun mengabdi dan berharap statusnya berubah menjadi ASN secepatnya.
”Sudah saatnya guru senior yang sudah lama mengabdi diprioritaskan,” papar salah satu guru non-ASN di daerah Jawa Tengah. Prioritas tersebut menurutnya adalah harapan besar bagi para guru honorer yang selama ini belum memperoleh keadilan.
Akan tetapi di sisi lain, tidak sedikit pula non-ASN baru yang kecewa. Hal ini lantaran mereka menganggap semua tenaga pendidik semestinya mendapat kesempatan yang sama, terlebih jika sudah memenuhi kompetensi dan juga syarat administrasi.
Walaupun demikian, sebagian besar pihak paham bahwa pemerintah saat ini sedang mencoba untuk menyelesaikan permasalahan guru honorer dengan bertahap.
Kebijakan Pemerintah tersebut dianggap sebagai langkah realistis menurut para pengamat pendidikan. Selain itu, pemerintah juga dianggap harus menyelesaikan status guru honorer senior lebih dulu. Hal ini dikaarenakan, mereka sudah berkontribusi penuh bagi Pendidikan anak bangsa selama bertahun-tahun.
Kehadiran guru honorer juga dianggap sangat berjasa, khususnya di kawasan daerah terpencil dengan jumlah tenaga pengajar yang terbatas. Tidak sedikit sekolah yang sangat bergantung pada guru honorer demi memastikan agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik setiap harinya.
Walaupun demikian, banyak pihak tetap berharap bahwa pemerintah bisa membuka peluang untuk para guru honorer baru demi keberlangsungan proses regenerasi guru. Selain itu, proses seleksi ASN juga harus lebih transparan agar tidak berat sebelah, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial dari pihak-pihak terkait.
Sampai saat ini, isu terkait pengangkatan ASN untuk guru honorer sendiri masih mendapat perhatian besar dari masyarakat. Tenaga pendidik berharap agar Pemerintah bisa memberikan solusi yang bijak yang tidak sekedar memprioritaskan masas pengabdian saja, melainkan juga demi keberlangsungan masa depan pendidikan di Indonesia.
Label Artikel
Daftar Komentar
0 masukBelum ada komentar.
Jadilah pembaca pertama yang memberi tanggapan pada berita ini.